Versus Ushuluddin di Psikologi Cup 2011

KiperFutsalPost.net – Setelah beberapa lama tulisan ini terluntang lantung pada draft karena banyak tips serta video yang saya rasa lebih penting untuk di hadirkan lebih dahulu.

Maka saya kira ini saat yang tepat untuk menceritakan kelanjutan pertandingan ketika kompetisi Psikologi Cup.

Setelah memperoleh kemenangan yang alot dari tim futsal Ekonomi. Pada pertandingan selanjutnya pukul 16.00, mempertemukan tim saya dengan tim dari Fakultas Ushuluddin. Pada pertandingan kali ini hampir sepanjang waktu tim saya menguasai permainan.

Setidaknya hingga detik-detik akhir bisa unggul dengan skor 2-1.

Gol yang terjadi ke gawang saya terjadi karena kondisi 2-1, kesalahan karena keasikkan menyerang hingga lupa bertahan dan saya di tinggal sendiri.

Namun dengan cepat tim saya bangkit dan mampu melesakkan 2 gol dalam waktu yang relatif cepat. Namun kemenangan yang sudah di depan mata buyar karena konsentrasi yang menurun.

Beawal dari telatnya pemain yang saya perintah menutup pemain yang berada di belakangnya. Pemain lawan mendapatkan umpan dan dengan seketika saya bermaksud memotong bola sebelum dia sempat berbalik badan ke arah gawang saya.

Namun apa lacur ternyata dia tidak membalikkan badan dan langsung menendang ke gawang dengan gerakan memutar, saya yang sudah mati langkah harus pasrah ketika bola itu harus bersarang lagi di gawang saya.

Dan sesaat setelah tim saya melakukan kick off setelah gol, wasit meniup peluit panjang. Dan itu terasa begitu menyakitkan, lagi-lagi permainan harus diselesaikan dengan babak adu penalti.

Dalam pertandingan kali ini, 2 kali saya menjadi samsak hidup satu kali ketika pelipis saya terhantam dengkul penyerang lawan ketika babak pertama, dan yang kedua kalinya ketika dada saya entah sengaja atau tidak yang pasti dada saya diinjak oleh orang yang sama.

Seperti sebelumnya, saya yang menjadi kapten menunjuk 3 orang penendang sebagai algojo dalam adu penalti.

Dan kali ini saya yang menjadi pahlawan dengan memblok tendangan lawan, yang membuat tim saya unggul 3-2 dalam adu penalti dan lolos ke babak selanjutnya.

Catatan penting yang bisa saya ceritakan adalah:

Ketika penendang ketiga dari tim lawan maju dan hendak mengambil ancang-ancang entah mengapa, gerakan dari penendang menjadi seperti slow motion, dan hal itu menjadikan saya bisa menebak arah bolanya.

Dan akhirnya kami kembali lolos ke fase semifinal melawan IESP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>