KiperFutsalPost.net – “Prittttt!!!” wasit menunjuk titik putih dalam lingkar area kiper. Wasit memberikan penalti.
Salah satu bentuk hukuman yang diberikan oleh wasit bagi tim yang melakukan pelanggaran di area kiper futsal.
Hukuman penalti merupakan salah satu momok yang cukup menakutkan bagi seorang kiper, dengan jarak titik putih dengan berdirinya kiper futsal hanya sejauh 6 meter (standar internasional) merupakan jarak yang cukup dekat.
Namun kita tidak serta merta langsung merasa takut karena kita juga harus bisa memanfaatkan ukuran gawang yang relatif kecil, dimana ukuran gawang futsal hanya memiliki lebar 3 meter serta tinggi 2 meter (ukuran standar fifa).
Oleh karenanya bukan tidak mungkin kita sebagai seorang kiper futsal bisa mengagalkan tendangan pinalti, La wong kiper lapangan besar saja bisa mengagalkan tendangan penalti dengan ukuran yang super besar itu (bagi saya tentunya).
Banyak yang bilang kalau penalti itu hanya masalah hoki saja, dan yang percaya tunjuk tangan?
Pada dasarnya atau kasat matanya memang seperti itu, karena kiper futsal tinggal tebak-tebakan saja kemana arah bola dan jika beruntung bola dapat di blok.
Padahal kenyataanya tidak seperti itu, setidaknya dalam hal pilihan.
Seorang kiper futsal tinggal memilih mau bergerak ke kanan, ke kiri atau tetap stay di tengah dalam menghadapi penalti. Sedangkan seorang penendang ada hal lain selain berusaha menentukan arah tendangan ada kemungkinan tendangannya membentur mistar gawang atau bahkan melenceng dari gawang.
Bahkan beberapa studi di luar menyatakan bahwa persentase tekanan lebih besar berada pada pundak penendang di banding pada seorang kiper futsal.
Hal yang lumrah terjadi ketika menghadapi tendangan penalti adalah banyak kiper yang melakukan berbagai cara untuk memmbuat penendang gagal dalam mengeksekusi tendangan. Beberapa hal yang bisa dilakukan adalah:
- Merentangkan tangan selebar-lebarnya seolah-olah kita mampu menutup gawang,
- Bergerak-gerak, biasanya sih melakukan gerak ke kanan ke kiri,
- Pasang muka yang meyakinkan dan tatap sang penendang dengan tajam,,
- Melakukan tindakan verbal atau non-verbal terhadap penendang. Misalnya “saya akan bergerak ke kiri ya” dengan mengatakan hal tersebut sudah sedikit membuat gangguan dalam pikirannya. Atau mencoba berjabat tangan,
- Bisa juga dengan tiba-tiba bilang ke wasit “Sit bolanya ga pas tuh”. Mau ga mau penendang akan melihat ke arah bola dan mengeceknya lagi,
- Dan berbagai cara kreatif lainnya.
Inget gawang futsal itu kecil, dengan melakukan satu langkah gerak baik ke kanan atau ke kiri kita sudah dapat menutup gawang, Jadi manfaatkan hal itu.
Pembahasannya sampai disini dulu, silahkan lanjutkan di part ke dua
See You,
Kiper Futsal




[...] tentang tendangan penalti yang merupakan terusan dari postingan saya sebelumnya tentang tips menghadapi pinalti. Kali ini saya akan sedikit membagi pengetahuan saya seputar cara membaca arah tendangan [...]
[...] pemain ini bertema dalam laga Penalty Shootout/Adu Penalti, yang masing-masing diberikan misi. Luis Amando yang menjadi kiper futsal, memiliki tugas menghalau [...]
oke bray… suwunn