KiperFutsalPost.net – Di bulan Januari awal tahun 2012 ini, Internisti Kaskus Cup merupakan kompetisi ke-3 yang telah saya ikuti di tahun ini. Namun baru kompetisi ini saya ikuti hingga tuntas. 2 Kompetisi sebelumnya saya tidak dpat berpartisipasi hingga akhir karena ada kegiatan lain.
2 kompetisi lainnya adalah di daerah Muncul, Tangerang (Peluran/Semen) bersama kawan dari kaskus pada tanggal 2 Januari 2012 kemarin dan satunya lagi ditanggal 14 Januri 2012 di R.P.M Otista Tangerang (Sintetis) bersama Akademik Futsal Camp.

Interisti Kaskus Cup ini sendiri terselenggara dilatar belakangi oleh ulang tahun mereka yang kedua. Saya dipercaya untuk mengawal dan menjaga gawang dari Team5 Brotherhood, hal yang saya impikan semenjak pertama kali menjadi bagian dari keluarga ini
Satu yang saya rasakan, yaitu rasa lelah pada kompetisi IK Cup 2012 ini dihabiskan dalam sehari. Tim yang lolos hingga babak 4 besar bermain sebanyak 4 kali dari awal kompetisi dengan masa jeda yang kurang panjang (menurut saya). Kompetisi ini sendiri diadakan di MyFutsal Keb. Lama.
Kebobolan 4 di 2 pertandingan membuat saya harus menahan lagi rasa menjadi Juara dalam suatu kompetisi futsal, karena di final kalah dengan skor 6-5 setelah comeback dari ketertinggalan 3-0.
Pada kesempatan pertama saya diturunkan yaitu pertandingan awal untuk Team5Brotherhood, dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim saya, setidaknya saya bisa mencatat 2 kebobolan saya bisa saya jadikan pelajaran.
Kebobolan pertama tercipta dari umpan tusuk dari arah corner sebelah kiri gawang saya, tanpa pengawalan ada pemain dari tim lawan yang berdiri bebas melakukan shooting dan sempat terkena wajah saya namun bola masuk ke gawang tanpa saya bisa bereaksi lebih karena seperti terpaku setelah terkena benturan dengan bola itu.
Saya berharap andai saja saat itu saya masih bisa reflek untuk menepis bola tersebut keluar dan bukannya terpaku melihat bola itu masuk.
Kebobolan kedua tercipta di babak kedua, akibat sekelumit kesalahan pemain belakang yang tidak melakukan clearance bola berhasil direbut oleh pemain lawan dan saya sudah dive ke arah kiri namun pemain lawan tadi melakukan shoot ke tiang kedua atau sebelah kanan dari saya. Alhasil saya tidak bisa berbuat banyak.
Disini saya berpikir, kenapa saya tidak melakukan blocking dengan cara stay berdiri dengan posisi L?
Di 2 pertandingan selanjutnya, satu di pertandingan penyisihan dan satu di semifinal tandem saya yang turun, dengan itu tim bisa meraup poin maksimal 6 serta lolos ke semifinal setelah bermain sarat emosi dengan tuan rumah Interisti Kaskus yang berkesudahan dengan skor 3-2 bagi Team5 Brotherhood.
Hanya setengah jam jeda waktu dari usainya babak penyisihan babak semifinal dilanjutkan yang setelah itu dilanjutkan dengan perebutan juara ke-3 dan ke-4. Setelah itu masuklah pertandingan puncak yang mempertemukan Jak Kaskus dengan Team5 Brotherhood.
Penampilan yang apik dari tandem saya, menjadikan dia pilihan pertama dalam laga final ini. Jak Kaskus yang memang dari babak penyisihan selalu menang meyakinkan, langsung unggul cepat 3-0 pada babak pertama. Hingga pada pertengahan babak pertama saya harus masuk menggantikan tandem saya yang terkena benturan pada lengannya.
Tidak banyak perubahan terjadi tim masih tetap tak bisa keluar dari pola permainan Jak Kaskus namun yang terpenting, saya bisa mempertahankan gawang untuk tidak kebobolan lagi agar mental bermain tim tetap terjaga.
Babak kedua pertandingan berjalan keras, alot dan saling kejar poin. Terbukti tim berhasil dengan mengejar kedudukan menjadi 3 sama, dan mulai menguasai ritme permainan, beberapa serangan mamapu dipatahkan baik oleh pemain bertahan ataupun saya yang bisa memblok beberapa kesempatan dari lawan.
Hal yang saya rasakan ketika itu adalah rasa semangat dan pantang menyerah serta keinginan untuk menang. Karenanya saya bermain kelewat semangat sampai-sampai ada beberapa lemparan yang terlalu jauh dari jangkauan kawan satu tim.
Namun akhirnya peluit panjang dari wasit menandakan bahwa pertandingan berakhir dengan skor 5-6 kemenangan untuk Jak Kaskus yang membuat saya langsung tertunduk lesu dibawah mistar.
2 gol yang bersarang pada babak kedua ini hasil tiktak ke gawang yang kosong setelah saya maju untuk mencoba memblok, namun ada lawan lagi yang berdiri bebeas untuk menyambut umpan.
Rasa kecewa pasti ada, karena untuk kesekian kalinya belum isa mencicipi gelar juara
Kapten mengatakan “Juara hanyalah sebuah BONUS, yang terpenting adalah semangat juang dan kebersamaan kita sebagai sebuah keluarga”









